Rabu, 05 Oktober 2011

#jleb

Beberapa hari yang lalu gw ngunjungin suatu situs yang temanya humor tapi di campur sama cerita-cerita bijak dan beberapa ilustrasi inspiratif.
Dan ketika gw cengar-cengir kecil dengan beberapa post yg lucu, gw nemu posting yang agak menusuk atau kalo di twitter ber-hashtag #JLEB. Gini,

Suatu hari ada seorang komedian mengunjungi sebuah restoran untuk makan siang. Dia mencoba berbaur dengan beberapa orang kantor yang sedang makan bersama.
Di tengah obrolan si komedian mengeluarkan beberapa lelucon. lelucon pertama semua tertawa, lelucon 2 mereka masi tertawa sampai lelucon ke empat dan pada lelucon ke lima si komedian mengulang lelucon yang pertama dan seketika hening pemirsa!.
Saat hening, tiba-tiba komedian tersebut berbicara dengan serius dan tentu membingungkan yang lain. Kata dia "Kalian tidak bisa menertawakan hal yang sama, tapi kenapa kalian selalu menangisi hal yang sama?" . #jleb

Pertanyaan si komedian itu sebenernya gw sendiri ga bisa jawab. ada yg bisa jawab?

6 komentar:

Carolina Budi Suwandi mengatakan...

waduh,, galau pisan itu pertanyaannya...

mungkin karena tawa itu obat buat hati yang luka.. luka diobati dua kali dengan obat yang sama.. mungkin jadi rancu.

Maap ngelantur.. hehe

Amatir Mengulas mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
Khaerul Rizal Akbar mengatakan...

bisa bisa..
tapi hubungannya ama rancu apa ya? -__- *udah bolak balik baca. masi ga ngerti* heeh

tommy mengatakan...

#jleb
mungkin itu jawabannya om

Carolina Budi Suwandi mengatakan...

maksudnya rasanya jadi rancu nanti diperut.. efeknya pun tak karuan kalo minum obat yang sama langsung dengan takaran yang tidak dianjurkan

*macam tukang obat sajalah aku ini*

Khaerul Rizal Akbar mengatakan...

owwwhhh.. skg saya ngerti bu dokter.
hehe