Tampilkan postingan dengan label Kata Terangkai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Terangkai. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Februari 2016

Hari ini dan Hari yang lalu

Kenapa hari ini aku menjadi lurus lurus saja.
Ikut apa yang terlihat, menjadi biasa biasa saja .

Sedangkan hari yang lalu aku menyaring apa apa yang menempa ku .
Sampai hasil akhir paling halus baru ku cerna .

Kamis, 18 Oktober 2012

Untuk Seorang Kawati

Maaf kan perkataan ku kemarin.
Karena aku hanya membaca tulisan mu, bukan pikiran mu.

Rabu, 07 Maret 2012

Baru Diam

Baru, hal asing yang lahir, muncul atau hadir entah dalam bentuk nyata atau fana. Diawali kebingungan yang di ekspresikan dalam diam. Diam yang terus bergerak dalam pikiran, bertanya apa, kenapa, dimana dan tanya lain nya. Berusaha beradaptasi dan menganalisa .

Sesuatu yang baru identik dengan bersih, suci atau Inovasi. Mencari pengakuan, bersiap dikotori, dilupakan atau bahkan dianggap tidak ada sama sekali. Meski diam, Ia melayang, berlari dan mencari . Mereferensikan sekitar sebagai acuan. Berlomba mencari perhatian untuk pengakuan . sebagian yang lama terus tergerus dengan yang baru, yang berdominasi dan haus perhatian . Sebagian yang lama semakin hilang tertelan waktu. yang baru terus mengasah pisau sampai tajam untuk melawan meski hanya dalam diam .


*tugas, penulisan kreatif*

Senin, 20 Februari 2012

Just Word

It doesn't about fate, its about create the future .

Rabu, 28 Desember 2011

menanam keputus asaan

Menabur benih ragu
Menyiram dengan kesalahan
Tumbuh dengan kekelaman
Memetik buah keputus asaan .

Kamis, 17 Februari 2011

Tulus?

Mungkin tak ada yang tulus
Karena mungkin yang ada, hanya mengaku tulus
Atau mungkin hanya modus
Agar rencana tetap mulus

Sabtu, 22 Januari 2011

Lakukan maka Dilakukan

Baca maka kita akan Menulis.
Dengar maka kita akan Bicara.
Lihat maka kita akan Membuat.
Rasakan maka kita akan mengerti.
Karena apa yang kita lakukan adalah apa yang akan dilakukan kita.

Rabu, 05 Januari 2011

Akhir

Aku ingat pertama kita
Berdua saling menatap
Kita menggenggam tangan
Dengan senyum kecil penuh harap

Aku ingat tiap sentuhannya
Kita saling bertukar nafas
Menatap bias
Peluk tak ingin lepas

Masih jelas wangi
Nafas itu
Debar debar itu
Peluk itu
Tatap itu

Melekat bagai karat
Peristiwa itu
Ku ingat erat
Walau sudah lewat

Tawa itu
Sedih itu
Aku ukir di pikiran

Semua hilang
Dalam satu waktu
Kita sudah tak bertatap
Tak berpeluk
Hancur

Tapi,
Aku masih ingat jelas
Tanpa bias
Tak ada daya
Kita pun kandas

Semua sengaja ku ukir
Biar tetap terbaca tanpa ku hapus
Memang ini akhir
Tapi kamu tak pernah pupus

Kamis, 11 November 2010

Rintik Rindu

Hati ini rindu
Kau masih disitu
Tak bisa jelaskan
Di luar pun hujan

Tak tahu cara
Agar kamu tahu
Bahwa hati ini rindu
Pada kamu tentu

Di luar tetap hujan
Biar aku kirim rindu ini
Lewat rintik agak padat
Karena rindu ini mulai sesak

Langkah demi langkah
Rinduku berjalan
Dari rintik demi rintik
Dan semoga kamu lirik

Hati ini tetap rindu
Semoga kau terima
Rindu ku agak lega
Semoga kau terima...

Kamis, 04 November 2010

Terlarut dan Membias

Aku selalu ingat
Kamu sering sekali lupa
Ini tentang kita
Tolong jangan lupa

Dunia kita memang beda
Tapi tolong jangan lupa
Karena aku selalu ingat
Dan kamu sering lupa

Aku terlupakan
Aku pengingat
Kamu terlarut disana
Aku membias disini

Harap mengerti
Ku kira kamu mengerti
Kamu sangat berarti
Dan aku perlahan mati

Senin, 25 Oktober 2010

Diam Peduli (sebuah analogi)

Aku hanya rambu-rambu mu.
kau yang pegang kemudi.
Aku hanya petugas yang membantumu parkir dengan baik.
Kau masih pegang kemudi...

Selasa, 03 Agustus 2010

(Bukan) Perpisahan

Hari itu di gedung Harmoni
Belenggu tugas sudah tak di rasa
Laki-laki memakai jas
Perempuan memakai kebaya

Dandanan memaksa bukan masalah
Kebersamaan harus ada, wajib di paksa
Ceramah para petinggi pun tak terdengar
tertiban hingar bingar gembira tak terbendung

Ini pesta kemenangan
Melepas masa putih abu tidaklah mudah
Sejuta, bahkan tak terhitung kenangan
Bejat hingga alim
terukir di memori masing-masing

Ini tentang kita
Tentang Kenangan
Dan tentang masa depan
Yang hanya Sang Pengatur yang tahu...

Lawan Redup

Pagi yang redup
Gaduh petir yg beriringan
Aku terbuai nada minor dari lagu yang berputar

Air mulai turun
Dari langit yang semakin meredup
Tak surut semangat hadapi hari

Ku tak peduli
Tetap hadapi
cerah menanti, tiada lelah menanti

Bila terus berjalan dan hadapi
Kelak cerah kita akan nikmati...